Selamat datang di website
PUSLITBANG TEKMIRA

Penjelasan Ringkas

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan BatuBara, disingkat Puslitbang tekMIRA, lahir dari penggabungan Balai Penelitian Tambang dan Pengolahan Bahan Galian dengan Akademi Geologi dan Pertambangan pada 11 November 1976. Sebelum dikenal dengan sebutan Puslitbang tekMIRA, Institusi ini bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral (P3TM) sebagai perubahan dari nama Pusat Penelitian Teknologi Mineral (PPTM) yang waktu itu berada di bawah Direktorat Jenderal Pertambangan Umum (DJPU), Departemen Pertambangan dan Energi (DPE). Banyak karya nyata yang telah dihasilkan untuk kepentingan pengembangan usaha di subsektor mineral dan batubara, serta tidak sedikit kontribusi yang diberikan untuk mendukung kebijakan DJPU maupun DPE.
Pada tahun 2000 terjadi perubahan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, menyusul era reformasi yang diikuti oleh demokratisasi di berbagai bidang, dan pemberlakuan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1999 dan Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000, Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) secara resmi berganti nama menjadi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM). Atas dasar Keppres tersebut, selanjutnya dikeluarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2000 dan Nomor 1915 Tahun 2000, yang keduanya mengatur tentang organisasi di lingkungan DESDM. Restrukturisasi yang terus berlanjut, antara lain menghasilkan reaktualisasi visi dan misi DESDM, pembentukan Badan Litbang ESDM berikut visi dan misinya, serta pergantian nama P3TM menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan batubara (Puslitbang tekMIRA) yang kini berada di bawah Badan Litbang ESDM.
Kilas balik sejarah di atas membawa pengaruh besar terhadap institusi ini dalam kiprahnya sebagai pusat unggulan penelitian dan pengembangan (litbang) di bidang mineral dan batubara. Perubahan lingkungan strategis yang begitu cepat, otomatis mengharuskan Puslitbang tekMIRA melakukan reaktualisasi visi dan misinya. Reaktualisasi visi dan misi ini tidak saja dimaksudkan untuk menjawab perubahan lingkungan strategis dalam ruang lingkup nasional (politik, ekonomi, sosial, dan budaya), tetapi juga regional dan internasional (era globalisasi).
Dengan mengacu kepada Rencana Strategik (Renstra) Badan Litbang ESDM 2002-2006, visi Puslitbang tekMIRA sebagaimana tertuang dalam Renstra Puslitbang tekMIRA 2002-2006, adalah menjadikan Pulitbang tekMIRA sebagai pusat penelitian dan pengembangan yang mandiri, profesional, dan unggul dalam pengembangan dan pemanfaatan mineral dan batubara. Untuk mewujudkan visi tersebut, Puslitbang tekMIRA memiliki tiga misi utama, yaitu:
1. Menyelenggarakan litbang terapan untuk pengembangan mineral dan batubara;
2. Menyediakan layanan jasa teknologi dalam pengembangan mineral dan batubara;
3. Membantu merumuskan kebijakan pemanfaatan mineral dan batubara.
Visi dan misi baru Puslitbang tekMIRA telah membawa perubahan pada fokus kegiatan serta jajaran pelaksana untuk melaksanakan fokus kegiatan tersebut. Fokus kegiatan diarahkan kepada kegiatan litbang aspek teknologi penambangan, proses pengolahan, lingkungan pertambangan, keekonomian, dan pemanfaatan teknologi informasi. Sementara pelaksanaan terhadap fokus kegiatan diserahkan kepada kelompok-kelompok keahlian yang bersifat fungsional, yaitu:
- Kelompok GeoTeknologi Tambang
- Kelompok Teknologi Penambangan
- Kelompok Lingkungan Pertambangan
- Kelompok Teknologi Pengolahan Mineral
- Ketompok Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara
- Kelompok Tekno-ekonomi Mineral dan Batubara
- Kelompok Teknologi Informasi Pertambangan
Berbicara lebih jauh tentang fokus kegiatan, ada dua sasaran yang ingin dicapai, yaitu:
- Optimalisasi pemanfaatan mineral, berupa peningkatan nilai tambah, teknologi proses, dan peningkatan mutu mineral; dan
- Optimalisasi pemanfaatan batubara, baik sebagai bahan bakar langsung atau melalui konversi, dan peningkatan mutu batubara.
Kedua sasaran tersebut pada akhirnya bertujuan untuk mendukung misi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, terutama yang berkaitan dengan pemberian masukan bagi kebijakan mineral dan energi nasional, serta hasil kegiatan litbang yang berorientasi pada kesinambungan penyediaan bahan baku untuk keperluan sektor industri dan sektor pengguna lainnya.
Sesuai dengan Renstra Puslitbang tekMIRA 2002-2006, kebijakan pada tahun pertama (2002) difokuskan kepada konsolidasi internal untuk menghadapi tugas berat di masa depan, terutama dikaitkan dengan kemandirian Badan Litbang ESDM - yang berarti pula kemandirian Puslitbang tekMIRA, yang harus terealisasi pada tahun 2006.
Di samping itu, kebijakan pada tahun 2002 mencakup renovasi, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2004; peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), inovasi IPTEK, dan peralatan, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2005; serta penambahan laboratorium terakreditasi, yang akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan.
Memasuki tahun 2004, secara khusus kebijakan diarahkan kepada upaya peningkatan jasa teknologi dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang diupayakan secara berkesinambungan. Dengan sistematika arah kebijakan 2002-2006 tersebut, diyakini akan membawa Puslitbang tekMIRA menjadi lembaga yang mandiri, profesional, dan
unggul dalam pengembangan dan pemanfaatan mineral dan batubara pada awal tahun 2007.
Untuk mewujudkan obsesi di atas, selain memberikan perhatian penuh kepada pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana, yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas SDM. Diakui, komposisi pegawai yang ada memang kurang ideal untuk memacu percepatan Puslitbang tekMIRA menuju arah dan tujuan sebagaimana yang diinginkan. Namun dengan mengikuti berbagai pelatihan, kursus, seminar, kerja sama penelitian, dan kegiatan lain yang sejenis, diharapkan kemampuan SDM Puslitbang tekMIRA akan semakin meningkat.
Bergerak di bidang penelitian dan pengembangan teknologi mineral dan batubara
PRODUK
- Geoteknologi Tambang
- Teknologi Penambangan
- Lingkungan Pertambangan
- Teknologi Pengolahan Mineral
- Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batu Bara
- Tekno-Ekonomi Mineral dan Batu Bara
- Teknologi Informasi Pertambangan
JASA
Jasa teknologi merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan oleh tekMIRA.
Kegiatan ini merupakan penunjang yang sangat penting untuk mendukung mandirinya institusi.
Banyaknya pelayanan jasa yang dikerjakan merupakan salah satu tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas tekMIRA.
Jenis pelayanan jasa yang dapat diberikan tekMIRA kepada masyarakat meliputi :
- JASA PENGUJIAN KOMPOSISI KIMIA MINERAL
- JASA PENGUJIAN KIMIA LINGKUNGAN
- JASA PENGUJIAN X-RAY
- JASA PENGUJIAN MINERALOGI
- JASA PENGUJIAN FISIKA MINERAL
- JASA PENGUJIAN EKSTRAKTIF METALURGI
- JASA PENGUJIAN KIMIA DAN FISIKA BATUBARA
- JASA PENGUJIAN ANALISIS PROKSIMAT
- JASA PENGUJIAN ANALISIS ULTIMAT
- JASA PENGUJIAN ANALISIS BENTUK BELERANG
- JASA PENGUJIAN LAINNYA
- JASA ANALISIS GAS DAN CAIRAN BATU BARA
- JASA PENGUJIAN MEKANIKA BATUAN
- JASA PENGUJIAN GEOTEKNOLOGI TAMBANG
- JASA ANALISIS DAN DESAIN GEOTEKNOLOGI TAMBANG
- JASA PENYELIDIKAN / SURVEY GEOFISIKA TAMBANG
- JASA PENGUJIAN MEKANIKA TANAH
- JASA TEKNOLOGI INFORMASI PERTAMBANGAN
- BIMBINGAN TEKNIS

Produk Terbaru

Penawaran Jual

GASIFIER

Gasifikasi batubara adalah proses konversi batubara menjadi gas yang dapat digunakan untuk bahan bakar (sebagai sumber energi) yang ramah lingkungan pada berbagai macam proses, diantaranya proses pengeringan pada industri kecil atau menengah. Gasifier batubara bekerja berdasarkan proses gasifikasi batubara dalam suatu reaktor dimana gas yang dihasilkan langsung dibakar dalam keadaan panas (tanpa proses pemurnian) dalam pembakar siklo (cyclo burner) sehingga dihasilkan pembakaran yang sempurna dan bersih. Panas hasil pembakaran tersebut dapat langsung digunakan untuk berbagai macam proses pengeringan. Untuk produk-produk non makanan yang tidak sensitif terhadap rasa, gas panas dapat digunakan secara (kontak) langsung. Untuk produk-produk makanan/minuman yang sensitif terhadap rasa, penggunaan sebaiknya melalui alat penukar panas (heat exchanger). Keunggulan : Dapat menggantikan BBM; lebih ekonomis; bersih/ramah lingkungan; pengoperasiannya sederhana dan mudah. Kegunaan : Dapat menggantikan burner BBM atau tungku kayu; dapat digunakan untuk proses pengeringan, misalnya komoditi pertanian; dapat digunakan pada boiler untuk penghasil uap. Spesifikasi : Kapasitas 40-50 kg batubara/jam; diameter reaktor 0,8 m; tinggi reaktor 1,53 m; temperatur gas panas dalam burner 500-800 C

Detail Produk »

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan BatuBara, disingkat Puslitbang tekMIRA, lahir dari penggabungan Balai Penelitian Tambang dan Pengolahan Bahan Galian dengan Akademi Geologi dan Pertambangan pada 11 November 1976. Sebelum dikenal dengan sebutan Puslitbang tekMIRA, Institusi ini bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral (P3TM) sebagai perubahan dari nama Pusat Penelitian Teknologi Mineral (PPTM) yang waktu itu berada di bawah Direktorat Jenderal Pertambangan Umum (DJPU), Departemen Pertambangan dan Energi (DPE). Banyak karya nyata yang telah dihasilkan untuk kepentingan pengembangan usaha di subsektor mineral dan batubara, serta tidak sedikit kontribusi yang diberikan untuk mendukung kebijakan DJPU maupun DPE. Pada tahun 2000 terjadi perubahan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, menyusul era reformasi yang diikuti oleh demokratisasi di berbagai bidang, dan pemberlakuan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1999 dan Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000, Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) secara resmi berganti nama menjadi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM). Atas dasar Keppres tersebut, selanjutnya dikeluarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2000 dan Nomor 1915 Tahun 2000, yang keduanya mengatur tentang organisasi di lingkungan DESDM. Restrukturisasi yang terus berlanjut, antara lain menghasilkan reaktualisasi visi dan misi DESDM, pembentukan Badan Litbang ESDM berikut visi dan misinya, serta pergantian nama P3TM menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan batubara (Puslitbang tekMIRA) yang kini berada di bawah Badan Litbang ESDM. Kilas balik sejarah di atas membawa pengaruh besar terhadap institusi ini dalam kiprahnya sebagai pusat unggulan penelitian dan pengembangan (litbang) di bidang mineral dan batubara. Perubahan lingkungan strategis yang begitu cepat, otomatis mengharuskan Puslitbang tekMIRA melakukan reaktualisasi visi dan misinya. Reaktualisasi visi dan misi ini tidak saja dimaksudkan untuk menjawab perubahan lingkungan strategis dalam ruang lingkup nasional (politik, ekonomi, sosial, dan budaya), tetapi juga regional dan internasional (era globalisasi). Dengan mengacu kepada Rencana Strategik (Renstra) Badan Litbang ESDM 2002-2006, visi Puslitbang tekMIRA sebagaimana tertuang dalam Renstra Puslitbang tekMIRA 2002-2006, adalah menjadikan Pulitbang tekMIRA sebagai pusat penelitian dan pengembangan yang mandiri, profesional, dan unggul dalam pengembangan dan pemanfaatan mineral dan batubara. Untuk mewujudkan visi tersebut, Puslitbang tekMIRA memiliki tiga misi utama, yaitu: 1. Menyelenggarakan litbang terapan untuk pengembangan mineral dan batubara; 2. Menyediakan layanan jasa teknologi dalam pengembangan mineral dan batubara; 3. Membantu merumuskan kebijakan pemanfaatan mineral dan batubara. Visi dan misi baru Puslitbang tekMIRA telah membawa perubahan pada fokus kegiatan serta jajaran pelaksana untuk melaksanakan fokus kegiatan tersebut. Fokus kegiatan diarahkan kepada kegiatan litbang aspek teknologi penambangan, proses pengolahan, lingkungan pertambangan, keekonomian, dan pemanfaatan teknologi informasi. Sementara pelaksanaan terhadap fokus kegiatan diserahkan kepada kelompok-kelompok keahlian yang bersifat fungsional, yaitu: - Kelompok GeoTeknologi Tambang - Kelompok Teknologi Penambangan - Kelompok Lingkungan Pertambangan - Kelompok Teknologi Pengolahan Mineral - Ketompok Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara - Kelompok Tekno-ekonomi Mineral dan Batubara - Kelompok Teknologi Informasi Pertambangan Berbicara lebih jauh tentang fokus kegiatan, ada dua sasaran yang ingin dicapai, yaitu: - Optimalisasi pemanfaatan mineral, berupa peningkatan nilai tambah, teknologi proses, dan peningkatan mutu mineral; dan - Optimalisasi pemanfaatan batubara, baik sebagai bahan bakar langsung atau melalui konversi, dan peningkatan mutu batubara. Kedua sasaran tersebut pada akhirnya bertujuan untuk mendukung misi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, terutama yang berkaitan dengan pemberian masukan bagi kebijakan mineral dan energi nasional, serta hasil kegiatan litbang yang berorientasi pada kesinambungan penyediaan bahan baku untuk keperluan sektor industri dan sektor pengguna lainnya. Sesuai dengan Renstra Puslitbang tekMIRA 2002-2006, kebijakan pada tahun pertama (2002) difokuskan kepada konsolidasi internal untuk menghadapi tugas berat di masa depan, terutama dikaitkan dengan kemandirian Badan Litbang ESDM - yang berarti pula kemandirian Puslitbang tekMIRA, yang harus terealisasi pada tahun 2006. Di samping itu, kebijakan pada tahun 2002 mencakup renovasi, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2004; peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), inovasi IPTEK, dan peralatan, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2005; serta penambahan laboratorium terakreditasi, yang akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Memasuki tahun 2004, secara khusus kebijakan diarahkan kepada upaya peningkatan jasa teknologi dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang diupayakan secara berkesinambungan. Dengan sistematika arah kebijakan 2002-2006 tersebut, diyakini akan membawa Puslitbang tekMIRA menjadi lembaga yang mandiri, profesional, dan unggul dalam pengembangan dan pemanfaatan mineral dan batubara pada awal tahun 2007. Untuk mewujudkan obsesi di atas, selain memberikan perhatian penuh kepada pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana, yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas SDM. Diakui, komposisi pegawai yang ada memang kurang ideal untuk memacu percepatan Puslitbang tekMIRA menuju arah dan tujuan sebagaimana yang diinginkan. Namun dengan mengikuti berbagai pelatihan, kursus, seminar, kerja sama penelitian, dan kegiatan lain yang sejenis, diharapkan kemampuan SDM Puslitbang tekMIRA akan semakin meningkat. Bergerak di bidang penelitian dan pengembangan teknologi mineral dan batubara PRODUK - Geoteknologi Tambang - Teknologi Penambangan - Lingkungan Pertambangan - Teknologi Pengolahan Mineral - Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batu Bara - Tekno-Ekonomi Mineral dan Batu Bara - Teknologi Informasi Pertambangan JASA Jasa teknologi merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan oleh tekMIRA. Kegiatan ini merupakan penunjang yang sangat penting untuk mendukung mandirinya institusi. Banyaknya pelayanan jasa yang dikerjakan merupakan salah satu tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas tekMIRA. Jenis pelayanan jasa yang dapat diberikan tekMIRA kepada masyarakat meliputi : - JASA PENGUJIAN KOMPOSISI KIMIA MINERAL - JASA PENGUJIAN KIMIA LINGKUNGAN - JASA PENGUJIAN X-RAY - JASA PENGUJIAN MINERALOGI - JASA PENGUJIAN FISIKA MINERAL - JASA PENGUJIAN EKSTRAKTIF METALURGI - JASA PENGUJIAN KIMIA DAN FISIKA BATUBARA - JASA PENGUJIAN ANALISIS PROKSIMAT - JASA PENGUJIAN ANALISIS ULTIMAT - JASA PENGUJIAN ANALISIS BENTUK BELERANG - JASA PENGUJIAN LAINNYA - JASA ANALISIS GAS DAN CAIRAN BATU BARA - JASA PENGUJIAN MEKANIKA BATUAN - JASA PENGUJIAN GEOTEKNOLOGI TAMBANG - JASA ANALISIS DAN DESAIN GEOTEKNOLOGI TAMBANG - JASA PENYELIDIKAN / SURVEY GEOFISIKA TAMBANG - JASA PENGUJIAN MEKANIKA TANAH - JASA TEKNOLOGI INFORMASI PERTAMBANGAN - BIMBINGAN TEKNIS
  • Kota Bandung

Penawaran Kerjasama

TEKNOLOGI INFORMASI PERTAMBANGAN

1. Rangkuman Produk/Hasil Kegiatan Dari Tahun 1980-Sekarang 2. Sistem Pencadangan Wilayah Pertambangan 3. Sistem Informasi Administrasi Perizinan Pertambangan 4. Sistem Informasi Tenaga Kerja Pertambangan 5. Sistem Informasi Pemantauan Kemajuan Tambang 6. Sistem Informasi Pemantauan Alat Tambang 7. Sistem Informasi Pengujian Laboratorium Batubara 8. Sistem Informasi Kepegawaian 9. Sistem Informasi Inventarisasi Barang 10. Sistem Informasi Lainnya

Detail Produk »

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan BatuBara, disingkat Puslitbang tekMIRA, lahir dari penggabungan Balai Penelitian Tambang dan Pengolahan Bahan Galian dengan Akademi Geologi dan Pertambangan pada 11 November 1976. Sebelum dikenal dengan sebutan Puslitbang tekMIRA, Institusi ini bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral (P3TM) sebagai perubahan dari nama Pusat Penelitian Teknologi Mineral (PPTM) yang waktu itu berada di bawah Direktorat Jenderal Pertambangan Umum (DJPU), Departemen Pertambangan dan Energi (DPE). Banyak karya nyata yang telah dihasilkan untuk kepentingan pengembangan usaha di subsektor mineral dan batubara, serta tidak sedikit kontribusi yang diberikan untuk mendukung kebijakan DJPU maupun DPE. Pada tahun 2000 terjadi perubahan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, menyusul era reformasi yang diikuti oleh demokratisasi di berbagai bidang, dan pemberlakuan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1999 dan Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000, Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) secara resmi berganti nama menjadi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM). Atas dasar Keppres tersebut, selanjutnya dikeluarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2000 dan Nomor 1915 Tahun 2000, yang keduanya mengatur tentang organisasi di lingkungan DESDM. Restrukturisasi yang terus berlanjut, antara lain menghasilkan reaktualisasi visi dan misi DESDM, pembentukan Badan Litbang ESDM berikut visi dan misinya, serta pergantian nama P3TM menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan batubara (Puslitbang tekMIRA) yang kini berada di bawah Badan Litbang ESDM. Kilas balik sejarah di atas membawa pengaruh besar terhadap institusi ini dalam kiprahnya sebagai pusat unggulan penelitian dan pengembangan (litbang) di bidang mineral dan batubara. Perubahan lingkungan strategis yang begitu cepat, otomatis mengharuskan Puslitbang tekMIRA melakukan reaktualisasi visi dan misinya. Reaktualisasi visi dan misi ini tidak saja dimaksudkan untuk menjawab perubahan lingkungan strategis dalam ruang lingkup nasional (politik, ekonomi, sosial, dan budaya), tetapi juga regional dan internasional (era globalisasi). Dengan mengacu kepada Rencana Strategik (Renstra) Badan Litbang ESDM 2002-2006, visi Puslitbang tekMIRA sebagaimana tertuang dalam Renstra Puslitbang tekMIRA 2002-2006, adalah menjadikan Pulitbang tekMIRA sebagai pusat penelitian dan pengembangan yang mandiri, profesional, dan unggul dalam pengembangan dan pemanfaatan mineral dan batubara. Untuk mewujudkan visi tersebut, Puslitbang tekMIRA memiliki tiga misi utama, yaitu: 1. Menyelenggarakan litbang terapan untuk pengembangan mineral dan batubara; 2. Menyediakan layanan jasa teknologi dalam pengembangan mineral dan batubara; 3. Membantu merumuskan kebijakan pemanfaatan mineral dan batubara. Visi dan misi baru Puslitbang tekMIRA telah membawa perubahan pada fokus kegiatan serta jajaran pelaksana untuk melaksanakan fokus kegiatan tersebut. Fokus kegiatan diarahkan kepada kegiatan litbang aspek teknologi penambangan, proses pengolahan, lingkungan pertambangan, keekonomian, dan pemanfaatan teknologi informasi. Sementara pelaksanaan terhadap fokus kegiatan diserahkan kepada kelompok-kelompok keahlian yang bersifat fungsional, yaitu: - Kelompok GeoTeknologi Tambang - Kelompok Teknologi Penambangan - Kelompok Lingkungan Pertambangan - Kelompok Teknologi Pengolahan Mineral - Ketompok Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara - Kelompok Tekno-ekonomi Mineral dan Batubara - Kelompok Teknologi Informasi Pertambangan Berbicara lebih jauh tentang fokus kegiatan, ada dua sasaran yang ingin dicapai, yaitu: - Optimalisasi pemanfaatan mineral, berupa peningkatan nilai tambah, teknologi proses, dan peningkatan mutu mineral; dan - Optimalisasi pemanfaatan batubara, baik sebagai bahan bakar langsung atau melalui konversi, dan peningkatan mutu batubara. Kedua sasaran tersebut pada akhirnya bertujuan untuk mendukung misi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, terutama yang berkaitan dengan pemberian masukan bagi kebijakan mineral dan energi nasional, serta hasil kegiatan litbang yang berorientasi pada kesinambungan penyediaan bahan baku untuk keperluan sektor industri dan sektor pengguna lainnya. Sesuai dengan Renstra Puslitbang tekMIRA 2002-2006, kebijakan pada tahun pertama (2002) difokuskan kepada konsolidasi internal untuk menghadapi tugas berat di masa depan, terutama dikaitkan dengan kemandirian Badan Litbang ESDM - yang berarti pula kemandirian Puslitbang tekMIRA, yang harus terealisasi pada tahun 2006. Di samping itu, kebijakan pada tahun 2002 mencakup renovasi, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2004; peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), inovasi IPTEK, dan peralatan, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2005; serta penambahan laboratorium terakreditasi, yang akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Memasuki tahun 2004, secara khusus kebijakan diarahkan kepada upaya peningkatan jasa teknologi dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang diupayakan secara berkesinambungan. Dengan sistematika arah kebijakan 2002-2006 tersebut, diyakini akan membawa Puslitbang tekMIRA menjadi lembaga yang mandiri, profesional, dan unggul dalam pengembangan dan pemanfaatan mineral dan batubara pada awal tahun 2007. Untuk mewujudkan obsesi di atas, selain memberikan perhatian penuh kepada pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana, yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas SDM. Diakui, komposisi pegawai yang ada memang kurang ideal untuk memacu percepatan Puslitbang tekMIRA menuju arah dan tujuan sebagaimana yang diinginkan. Namun dengan mengikuti berbagai pelatihan, kursus, seminar, kerja sama penelitian, dan kegiatan lain yang sejenis, diharapkan kemampuan SDM Puslitbang tekMIRA akan semakin meningkat. Bergerak di bidang penelitian dan pengembangan teknologi mineral dan batubara PRODUK - Geoteknologi Tambang - Teknologi Penambangan - Lingkungan Pertambangan - Teknologi Pengolahan Mineral - Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batu Bara - Tekno-Ekonomi Mineral dan Batu Bara - Teknologi Informasi Pertambangan JASA Jasa teknologi merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan oleh tekMIRA. Kegiatan ini merupakan penunjang yang sangat penting untuk mendukung mandirinya institusi. Banyaknya pelayanan jasa yang dikerjakan merupakan salah satu tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas tekMIRA. Jenis pelayanan jasa yang dapat diberikan tekMIRA kepada masyarakat meliputi : - JASA PENGUJIAN KOMPOSISI KIMIA MINERAL - JASA PENGUJIAN KIMIA LINGKUNGAN - JASA PENGUJIAN X-RAY - JASA PENGUJIAN MINERALOGI - JASA PENGUJIAN FISIKA MINERAL - JASA PENGUJIAN EKSTRAKTIF METALURGI - JASA PENGUJIAN KIMIA DAN FISIKA BATUBARA - JASA PENGUJIAN ANALISIS PROKSIMAT - JASA PENGUJIAN ANALISIS ULTIMAT - JASA PENGUJIAN ANALISIS BENTUK BELERANG - JASA PENGUJIAN LAINNYA - JASA ANALISIS GAS DAN CAIRAN BATU BARA - JASA PENGUJIAN MEKANIKA BATUAN - JASA PENGUJIAN GEOTEKNOLOGI TAMBANG - JASA ANALISIS DAN DESAIN GEOTEKNOLOGI TAMBANG - JASA PENYELIDIKAN / SURVEY GEOFISIKA TAMBANG - JASA PENGUJIAN MEKANIKA TANAH - JASA TEKNOLOGI INFORMASI PERTAMBANGAN - BIMBINGAN TEKNIS
  • Kota Bandung

Penawaran Kerjasama

TEKNO-EKONOMI MINERAL DAN BATUBARA

1. Profil Investasi Usaha Tambang 2. Studi Kelayakan Usaha Tambang 3. Kajian Pengembangan Masyarakat (Community Development/Cd) Perusahaan Pertambangan 4. Kajian Penutupan Tambang 5. Pemanfaatan Data Citra Landsat dan Digital Elevation Model dalam Analisis Morfometrik Tiga Dimensi untuk Arahan Penataan Lahan Usaha Tambang 6. Perkembangan dan Prospek Investasi pada Sub Sektor Mineral dan Batubara di Indonesia 7. Analisis Lokasi dalam Penentuan Kawasan Industri berbasis Bahan Galian 8. Studi Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh untuk Monitoring Dampak Aktifitas Pertambangan 9. Kajian Pengembangan Masyarakat pada Sub Sektor Mineral dan Batubara

Detail Produk »

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan BatuBara, disingkat Puslitbang tekMIRA, lahir dari penggabungan Balai Penelitian Tambang dan Pengolahan Bahan Galian dengan Akademi Geologi dan Pertambangan pada 11 November 1976. Sebelum dikenal dengan sebutan Puslitbang tekMIRA, Institusi ini bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral (P3TM) sebagai perubahan dari nama Pusat Penelitian Teknologi Mineral (PPTM) yang waktu itu berada di bawah Direktorat Jenderal Pertambangan Umum (DJPU), Departemen Pertambangan dan Energi (DPE). Banyak karya nyata yang telah dihasilkan untuk kepentingan pengembangan usaha di subsektor mineral dan batubara, serta tidak sedikit kontribusi yang diberikan untuk mendukung kebijakan DJPU maupun DPE. Pada tahun 2000 terjadi perubahan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, menyusul era reformasi yang diikuti oleh demokratisasi di berbagai bidang, dan pemberlakuan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1999 dan Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000, Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) secara resmi berganti nama menjadi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM). Atas dasar Keppres tersebut, selanjutnya dikeluarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2000 dan Nomor 1915 Tahun 2000, yang keduanya mengatur tentang organisasi di lingkungan DESDM. Restrukturisasi yang terus berlanjut, antara lain menghasilkan reaktualisasi visi dan misi DESDM, pembentukan Badan Litbang ESDM berikut visi dan misinya, serta pergantian nama P3TM menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan batubara (Puslitbang tekMIRA) yang kini berada di bawah Badan Litbang ESDM. Kilas balik sejarah di atas membawa pengaruh besar terhadap institusi ini dalam kiprahnya sebagai pusat unggulan penelitian dan pengembangan (litbang) di bidang mineral dan batubara. Perubahan lingkungan strategis yang begitu cepat, otomatis mengharuskan Puslitbang tekMIRA melakukan reaktualisasi visi dan misinya. Reaktualisasi visi dan misi ini tidak saja dimaksudkan untuk menjawab perubahan lingkungan strategis dalam ruang lingkup nasional (politik, ekonomi, sosial, dan budaya), tetapi juga regional dan internasional (era globalisasi). Dengan mengacu kepada Rencana Strategik (Renstra) Badan Litbang ESDM 2002-2006, visi Puslitbang tekMIRA sebagaimana tertuang dalam Renstra Puslitbang tekMIRA 2002-2006, adalah menjadikan Pulitbang tekMIRA sebagai pusat penelitian dan pengembangan yang mandiri, profesional, dan unggul dalam pengembangan dan pemanfaatan mineral dan batubara. Untuk mewujudkan visi tersebut, Puslitbang tekMIRA memiliki tiga misi utama, yaitu: 1. Menyelenggarakan litbang terapan untuk pengembangan mineral dan batubara; 2. Menyediakan layanan jasa teknologi dalam pengembangan mineral dan batubara; 3. Membantu merumuskan kebijakan pemanfaatan mineral dan batubara. Visi dan misi baru Puslitbang tekMIRA telah membawa perubahan pada fokus kegiatan serta jajaran pelaksana untuk melaksanakan fokus kegiatan tersebut. Fokus kegiatan diarahkan kepada kegiatan litbang aspek teknologi penambangan, proses pengolahan, lingkungan pertambangan, keekonomian, dan pemanfaatan teknologi informasi. Sementara pelaksanaan terhadap fokus kegiatan diserahkan kepada kelompok-kelompok keahlian yang bersifat fungsional, yaitu: - Kelompok GeoTeknologi Tambang - Kelompok Teknologi Penambangan - Kelompok Lingkungan Pertambangan - Kelompok Teknologi Pengolahan Mineral - Ketompok Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara - Kelompok Tekno-ekonomi Mineral dan Batubara - Kelompok Teknologi Informasi Pertambangan Berbicara lebih jauh tentang fokus kegiatan, ada dua sasaran yang ingin dicapai, yaitu: - Optimalisasi pemanfaatan mineral, berupa peningkatan nilai tambah, teknologi proses, dan peningkatan mutu mineral; dan - Optimalisasi pemanfaatan batubara, baik sebagai bahan bakar langsung atau melalui konversi, dan peningkatan mutu batubara. Kedua sasaran tersebut pada akhirnya bertujuan untuk mendukung misi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, terutama yang berkaitan dengan pemberian masukan bagi kebijakan mineral dan energi nasional, serta hasil kegiatan litbang yang berorientasi pada kesinambungan penyediaan bahan baku untuk keperluan sektor industri dan sektor pengguna lainnya. Sesuai dengan Renstra Puslitbang tekMIRA 2002-2006, kebijakan pada tahun pertama (2002) difokuskan kepada konsolidasi internal untuk menghadapi tugas berat di masa depan, terutama dikaitkan dengan kemandirian Badan Litbang ESDM - yang berarti pula kemandirian Puslitbang tekMIRA, yang harus terealisasi pada tahun 2006. Di samping itu, kebijakan pada tahun 2002 mencakup renovasi, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2004; peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), inovasi IPTEK, dan peralatan, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2005; serta penambahan laboratorium terakreditasi, yang akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Memasuki tahun 2004, secara khusus kebijakan diarahkan kepada upaya peningkatan jasa teknologi dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang diupayakan secara berkesinambungan. Dengan sistematika arah kebijakan 2002-2006 tersebut, diyakini akan membawa Puslitbang tekMIRA menjadi lembaga yang mandiri, profesional, dan unggul dalam pengembangan dan pemanfaatan mineral dan batubara pada awal tahun 2007. Untuk mewujudkan obsesi di atas, selain memberikan perhatian penuh kepada pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana, yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas SDM. Diakui, komposisi pegawai yang ada memang kurang ideal untuk memacu percepatan Puslitbang tekMIRA menuju arah dan tujuan sebagaimana yang diinginkan. Namun dengan mengikuti berbagai pelatihan, kursus, seminar, kerja sama penelitian, dan kegiatan lain yang sejenis, diharapkan kemampuan SDM Puslitbang tekMIRA akan semakin meningkat. Bergerak di bidang penelitian dan pengembangan teknologi mineral dan batubara PRODUK - Geoteknologi Tambang - Teknologi Penambangan - Lingkungan Pertambangan - Teknologi Pengolahan Mineral - Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batu Bara - Tekno-Ekonomi Mineral dan Batu Bara - Teknologi Informasi Pertambangan JASA Jasa teknologi merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan oleh tekMIRA. Kegiatan ini merupakan penunjang yang sangat penting untuk mendukung mandirinya institusi. Banyaknya pelayanan jasa yang dikerjakan merupakan salah satu tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas tekMIRA. Jenis pelayanan jasa yang dapat diberikan tekMIRA kepada masyarakat meliputi : - JASA PENGUJIAN KOMPOSISI KIMIA MINERAL - JASA PENGUJIAN KIMIA LINGKUNGAN - JASA PENGUJIAN X-RAY - JASA PENGUJIAN MINERALOGI - JASA PENGUJIAN FISIKA MINERAL - JASA PENGUJIAN EKSTRAKTIF METALURGI - JASA PENGUJIAN KIMIA DAN FISIKA BATUBARA - JASA PENGUJIAN ANALISIS PROKSIMAT - JASA PENGUJIAN ANALISIS ULTIMAT - JASA PENGUJIAN ANALISIS BENTUK BELERANG - JASA PENGUJIAN LAINNYA - JASA ANALISIS GAS DAN CAIRAN BATU BARA - JASA PENGUJIAN MEKANIKA BATUAN - JASA PENGUJIAN GEOTEKNOLOGI TAMBANG - JASA ANALISIS DAN DESAIN GEOTEKNOLOGI TAMBANG - JASA PENYELIDIKAN / SURVEY GEOFISIKA TAMBANG - JASA PENGUJIAN MEKANIKA TANAH - JASA TEKNOLOGI INFORMASI PERTAMBANGAN - BIMBINGAN TEKNIS
  • Kota Bandung

Penawaran Kerjasama

TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN BATUBARA

1. Pilot Plant UBC 2. Peningkatan Kualitas Batubara Peringkat Rendah dengan Teknologi Upgraded Brown Coal (UBC) 3. Penelitian Peningkatan Kualitas Batu Bara Peringkat Rendah 4. Briket Kokas untuk Pengecoran Logam 5. Gasifier Batu Bara sebagai Pengganti Burner untuk Pengering Teh 6. Pembakaran Kapur dalam Tungku Sistem Berkala dengan Kombinasi Bahan Bakar Batu Bara-Kayu 7. Tungku Pembuatan Gula Merah dengan Bahan Bakar Batu Bara 8. CWF Sebagai Bahan Bakar Boiler 9. Desulfurisasi Limbah Batu Bara dengan Flotasi Kolom 10. Pembakaran Bata-Genteng dengan Batu Bara 11. Penurunan Kandungan Natrium (Sodium) Batu Bara 12. Uji Tuntas (Due Diligence) Studi Kelayakan Pencairan Batu Bara

Detail Produk »

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan BatuBara, disingkat Puslitbang tekMIRA, lahir dari penggabungan Balai Penelitian Tambang dan Pengolahan Bahan Galian dengan Akademi Geologi dan Pertambangan pada 11 November 1976. Sebelum dikenal dengan sebutan Puslitbang tekMIRA, Institusi ini bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral (P3TM) sebagai perubahan dari nama Pusat Penelitian Teknologi Mineral (PPTM) yang waktu itu berada di bawah Direktorat Jenderal Pertambangan Umum (DJPU), Departemen Pertambangan dan Energi (DPE). Banyak karya nyata yang telah dihasilkan untuk kepentingan pengembangan usaha di subsektor mineral dan batubara, serta tidak sedikit kontribusi yang diberikan untuk mendukung kebijakan DJPU maupun DPE. Pada tahun 2000 terjadi perubahan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, menyusul era reformasi yang diikuti oleh demokratisasi di berbagai bidang, dan pemberlakuan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1999 dan Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000, Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) secara resmi berganti nama menjadi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM). Atas dasar Keppres tersebut, selanjutnya dikeluarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2000 dan Nomor 1915 Tahun 2000, yang keduanya mengatur tentang organisasi di lingkungan DESDM. Restrukturisasi yang terus berlanjut, antara lain menghasilkan reaktualisasi visi dan misi DESDM, pembentukan Badan Litbang ESDM berikut visi dan misinya, serta pergantian nama P3TM menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan batubara (Puslitbang tekMIRA) yang kini berada di bawah Badan Litbang ESDM. Kilas balik sejarah di atas membawa pengaruh besar terhadap institusi ini dalam kiprahnya sebagai pusat unggulan penelitian dan pengembangan (litbang) di bidang mineral dan batubara. Perubahan lingkungan strategis yang begitu cepat, otomatis mengharuskan Puslitbang tekMIRA melakukan reaktualisasi visi dan misinya. Reaktualisasi visi dan misi ini tidak saja dimaksudkan untuk menjawab perubahan lingkungan strategis dalam ruang lingkup nasional (politik, ekonomi, sosial, dan budaya), tetapi juga regional dan internasional (era globalisasi). Dengan mengacu kepada Rencana Strategik (Renstra) Badan Litbang ESDM 2002-2006, visi Puslitbang tekMIRA sebagaimana tertuang dalam Renstra Puslitbang tekMIRA 2002-2006, adalah menjadikan Pulitbang tekMIRA sebagai pusat penelitian dan pengembangan yang mandiri, profesional, dan unggul dalam pengembangan dan pemanfaatan mineral dan batubara. Untuk mewujudkan visi tersebut, Puslitbang tekMIRA memiliki tiga misi utama, yaitu: 1. Menyelenggarakan litbang terapan untuk pengembangan mineral dan batubara; 2. Menyediakan layanan jasa teknologi dalam pengembangan mineral dan batubara; 3. Membantu merumuskan kebijakan pemanfaatan mineral dan batubara. Visi dan misi baru Puslitbang tekMIRA telah membawa perubahan pada fokus kegiatan serta jajaran pelaksana untuk melaksanakan fokus kegiatan tersebut. Fokus kegiatan diarahkan kepada kegiatan litbang aspek teknologi penambangan, proses pengolahan, lingkungan pertambangan, keekonomian, dan pemanfaatan teknologi informasi. Sementara pelaksanaan terhadap fokus kegiatan diserahkan kepada kelompok-kelompok keahlian yang bersifat fungsional, yaitu: - Kelompok GeoTeknologi Tambang - Kelompok Teknologi Penambangan - Kelompok Lingkungan Pertambangan - Kelompok Teknologi Pengolahan Mineral - Ketompok Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara - Kelompok Tekno-ekonomi Mineral dan Batubara - Kelompok Teknologi Informasi Pertambangan Berbicara lebih jauh tentang fokus kegiatan, ada dua sasaran yang ingin dicapai, yaitu: - Optimalisasi pemanfaatan mineral, berupa peningkatan nilai tambah, teknologi proses, dan peningkatan mutu mineral; dan - Optimalisasi pemanfaatan batubara, baik sebagai bahan bakar langsung atau melalui konversi, dan peningkatan mutu batubara. Kedua sasaran tersebut pada akhirnya bertujuan untuk mendukung misi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, terutama yang berkaitan dengan pemberian masukan bagi kebijakan mineral dan energi nasional, serta hasil kegiatan litbang yang berorientasi pada kesinambungan penyediaan bahan baku untuk keperluan sektor industri dan sektor pengguna lainnya. Sesuai dengan Renstra Puslitbang tekMIRA 2002-2006, kebijakan pada tahun pertama (2002) difokuskan kepada konsolidasi internal untuk menghadapi tugas berat di masa depan, terutama dikaitkan dengan kemandirian Badan Litbang ESDM - yang berarti pula kemandirian Puslitbang tekMIRA, yang harus terealisasi pada tahun 2006. Di samping itu, kebijakan pada tahun 2002 mencakup renovasi, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2004; peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), inovasi IPTEK, dan peralatan, yang akan berlanjut hingga akhir tahun 2005; serta penambahan laboratorium terakreditasi, yang akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Memasuki tahun 2004, secara khusus kebijakan diarahkan kepada upaya peningkatan jasa teknologi dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang diupayakan secara berkesinambungan. Dengan sistematika arah kebijakan 2002-2006 tersebut, diyakini akan membawa Puslitbang tekMIRA menjadi lembaga yang mandiri, profesional, dan unggul dalam pengembangan dan pemanfaatan mineral dan batubara pada awal tahun 2007. Untuk mewujudkan obsesi di atas, selain memberikan perhatian penuh kepada pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana, yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas SDM. Diakui, komposisi pegawai yang ada memang kurang ideal untuk memacu percepatan Puslitbang tekMIRA menuju arah dan tujuan sebagaimana yang diinginkan. Namun dengan mengikuti berbagai pelatihan, kursus, seminar, kerja sama penelitian, dan kegiatan lain yang sejenis, diharapkan kemampuan SDM Puslitbang tekMIRA akan semakin meningkat. Bergerak di bidang penelitian dan pengembangan teknologi mineral dan batubara PRODUK - Geoteknologi Tambang - Teknologi Penambangan - Lingkungan Pertambangan - Teknologi Pengolahan Mineral - Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batu Bara - Tekno-Ekonomi Mineral dan Batu Bara - Teknologi Informasi Pertambangan JASA Jasa teknologi merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan oleh tekMIRA. Kegiatan ini merupakan penunjang yang sangat penting untuk mendukung mandirinya institusi. Banyaknya pelayanan jasa yang dikerjakan merupakan salah satu tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas tekMIRA. Jenis pelayanan jasa yang dapat diberikan tekMIRA kepada masyarakat meliputi : - JASA PENGUJIAN KOMPOSISI KIMIA MINERAL - JASA PENGUJIAN KIMIA LINGKUNGAN - JASA PENGUJIAN X-RAY - JASA PENGUJIAN MINERALOGI - JASA PENGUJIAN FISIKA MINERAL - JASA PENGUJIAN EKSTRAKTIF METALURGI - JASA PENGUJIAN KIMIA DAN FISIKA BATUBARA - JASA PENGUJIAN ANALISIS PROKSIMAT - JASA PENGUJIAN ANALISIS ULTIMAT - JASA PENGUJIAN ANALISIS BENTUK BELERANG - JASA PENGUJIAN LAINNYA - JASA ANALISIS GAS DAN CAIRAN BATU BARA - JASA PENGUJIAN MEKANIKA BATUAN - JASA PENGUJIAN GEOTEKNOLOGI TAMBANG - JASA ANALISIS DAN DESAIN GEOTEKNOLOGI TAMBANG - JASA PENYELIDIKAN / SURVEY GEOFISIKA TAMBANG - JASA PENGUJIAN MEKANIKA TANAH - JASA TEKNOLOGI INFORMASI PERTAMBANGAN - BIMBINGAN TEKNIS
  • Kota Bandung